Nduaria

Oleh : Ludger S



Bpk Hendrikus Bu
Sebuah kampung dengan nama desanya juga sama, “Nduaria”. Letaknya tidak jauh dari ibukota  kabupaten Ende. Kira – kira satu setengah jam perjalanan dengan jarak tempuh sekitar 50 KM arah timur dari Ende kita akan memasuki desa atau kampung Nduaria. Iklimnya yang khas burrrr dinginnya, menambah pesona Nduaria untuk dikunjungi. Yah! Setidaknya kita bisa berbagi cerita dengan orang Nduaria, merasakan keramahtamaan orang Nduaria dan menikmati hasil panenan yang ada di Nduaria.

Ine Tuteh Pharmantara
Banyak yang mengenal Nduaria karena pasar tradisional hariannya. Ada banyak jenis sayuran, banyak jenis buah yang bisa nikmati disana. Dengan mengeluarkan isi dompet beberapa ribu anda bisa membawa pulang jenis sayuran dan buah yang ada di Nduaria. Tentunya tidak sampe menguras isi dompet hehehehe. Terlihat jelas pasar tradisionalnya yang sudah dibangun sejak beberapa dekade lalu dipadati warga yang mengais rezeki untuk memenuhi kebutuhan mereka. 

Ine Tuteh Pharmantara
Nduaria juga menyimpan kekhasan budaya lokal warisan leluhurnya. Salah satu kampung yang pegelaran budayanya sangat meriah itu termasuk Nduaria. Pesta tandak “gawi” di “tubu kanga” mencapai berlapis – lapis manusia. Sangat memanjakan mata bagi yang berkunjung ke Nduaria bila bertepatan dengan pesta adatanya. Nduaria juga mempunyai kekhasan tersendiri yang masih berada diperut bumi, perlu digali untuk keberlangsungan sejarah Nduaria ke gerasi berikutnya. Dari tatanan budaya, Nduaria termasuk salah satu kampung yang mempunya komponen ritual hampir lengkap. Ada tubu, kanga, keda, sa’o nggua, sa’o nai pare. Unsur – unsur budaya yang ada di Nduaria menggambarkan kemandirian sejarah sejak beberapa dekade bahkan beberpa abad lalu.

Selain budaya, hampir semua wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur mengenal Nduaria sebagai komunitas petani sayur dan buah. Ada banyak jenis sayuran dan buah yang ditanam oleh masyarakat di Nduaria. Hampir sedaratan pulau flores menjadikan Nduaria sebagai lumbung sayur, lumbung buah. Letak tanah di puncak dengan ketinggian kira – kira 700 – 800 dpl sangat mendukung para petani disana untuk bercocok tanam. Sayur dan buah tidak mengenal musim. Tersedia full januari sampai desember. Banyak mobil pick up dari berbagai daerah berseliweran di jalan – jalan tani seputran Nduaria. 

Ine Tuteh Pharmantara
Nah, bagi anda yang melewati jalur lintas flores baik dari timur ke barat atau sebaliknya, istirahat dan mampirlah sebentar di Nduaria. Perjalanan anda seperti ada yang kurang bila tidak sempat mampir di pasar tradisional Nduaria. So, bagi anda yang pernah mampir disana, pasti punya kenangan unik. Tentunya punya kesan kalau Nduaria itu merupakan ciri khas Lio Ende umumnya. Dari dialek bahasa, tata krama, sikap dan etika pergaulan pasti ada keunikan tersendiri. 

Sampai ketemu di Nduaria 😉

#Wologai
#budayawologai
#ludgerwologai
#puskesmaspeibenga
#pasarnduaria


#nduaria

No comments:

Post a Comment

About Me

My photo
Saya orang desa, tepatnya di kampung Wologai. Kita Indonesia dengan kekhasan masing - masing daerah. Bangga menjadi Indonesia dengan kebhinekaannya.

Wologai

Tentang Tanggungjawab
Wuwu leka ola suU, wara leka ola wangga. SuU maE sele wuwu, wangga maE mbenga wara
Di Ende Lio ada kebudayaan Wologai
Budaya Wologai, bertahan diera kemajuan zaman "Modern".

Total Pageviews

Popular

Label

About (32) Abouth (1) Batra (1) Beranda (50) Berita (66) Bhisa Mali (1) Cerita Rakyat (1) Contact (32) Home (63) Logoweki (5) Nduaria (1) Opini (60) Paket Wisata (47) Ruu Rawi (1) Wisata Alam (55)

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.